Akses Tol Pejompongan Arah Grogol Dibuka Lagi, Lalu Lintas Kembali Normal Akses keluar Tol Dalam Kota di Pejompongan KM 09+700 arah Grogol kembali dibuka pada Jumat pagi, 28 Agustus 2026, setelah sebelumnya mengalami penutupan dan pengaturan lalu lintas secara situasional. Pembukaan tersebut menjadi kabar penting bagi pengguna jalan yang sejak dini hari harus menyesuaikan perjalanan akibat sejumlah akses Tol Dalam Kota Jakarta tidak dapat digunakan seperti biasa.
PT Jasa Marga melalui informasi lalu lintasnya menyatakan akses keluar Pejompongan arah Grogol telah dibuka pada pukul 08.08 WIB. Kondisi lalu lintas di lokasi ketika itu dilaporkan normal. Pantauan kamera lalu lintas publik juga menunjukkan kendaraan kembali dapat menggunakan jalur keluar tersebut.
Pengaturan di Pejompongan menjadi bagian dari rangkaian rekayasa lalu lintas yang diterapkan sejak Kamis malam hingga Jumat pagi menyusul kegiatan penyampaian aspirasi di sekitar kompleks DPR dan MPR serta kawasan Palmerah dan Slipi. Situasi yang berubah dalam beberapa jam membuat Jasa Marga beberapa kali membuka dan menutup akses berdasarkan keadaan di lapangan.
Pejompongan Arah Grogol Dibuka Pukul 08.08 WIB
Informasi terbaru yang paling penting bagi pengguna Tol Dalam Kota adalah dibukanya kembali akses keluar Pejompongan KM 09+700 arah Grogol pada pukul 08.08 WIB.
Jasa Marga menyatakan lalu lintas telah kembali normal ketika akses tersebut dibuka. Kendaraan yang bergerak dari arah Cawang menuju Grogol kini dapat kembali menggunakan pintu keluar Pejompongan setelah sebelumnya harus mengikuti pengalihan atau pengaturan situasional.
Pembukaan ini berbeda dengan kondisi beberapa jam sebelumnya.
Pada sekitar pukul 05.01 WIB, akses keluar Pejompongan arah Grogol masih ditutup sementara. Pengaturan dilakukan karena situasi di jalan arteri sekitar Pejompongan dan Slipi masih membutuhkan penanganan petugas.
Situasi kemudian sempat membaik dan akses Tol Dalam Kota secara umum diumumkan kembali dibuka pada pukul 06.01 WIB. Namun, keadaan di sekitar Pejompongan dan Slipi kembali berubah sehingga sejumlah akses kembali mengalami pembatasan.
Rangkaian perubahan tersebut memperlihatkan bahwa pengaturan lalu lintas dilakukan berdasarkan keadaan lapangan, bukan mengikuti satu jadwal penutupan tetap.
Sempat Dibuka Pukul 06.01 WIB lalu Ditutup Lagi
Pengguna jalan yang mengikuti informasi sejak pagi mungkin menemukan beberapa pengumuman yang terlihat berbeda. Hal tersebut terjadi karena kondisi memang berubah dalam waktu relatif singkat.
Pada pukul 06.01 WIB, Jasa Marga mengumumkan kendaraan menuju ruas Tol Dalam Kota sudah kembali dapat melintas. Lajur dibuka dan kondisi lalu lintas saat itu dinyatakan normal. Arus dari Cawang menuju Tomang, Pluit, dan Cengkareng maupun arah sebaliknya juga disebut kembali berjalan.
Namun, sekitar pukul 06.53 WIB, akses masuk Gerbang Tol Pejompongan dan GT Slipi 1 arah Grogol kembali ditutup sementara.
Jasa Marga menyebut langkah tersebut berkaitan dengan adanya kegiatan penyampaian aspirasi di jalan arteri Pejompongan dan Slipi. Pada waktu yang sama, akses keluar Pejompongan KM 09+700 arah Grogol diberlakukan pengaturan buka tutup secara situasional.
Artinya, pembukaan pukul 06.01 WIB tidak membuat seluruh akses terus beroperasi tanpa perubahan setelahnya.
Petugas tetap melakukan penyesuaian apabila kondisi jalan arteri di bawah atau di sekitar ruas tol membutuhkan ruang pengamanan.
Mengapa Akses Keluar Ikut Harus Ditutup
Pengguna jalan tol mungkin bertanya mengapa kendaraan yang sudah berada di jalan tol tidak dapat sekadar keluar melalui Pejompongan ketika terdapat kerumunan di jalan arteri.
Alasannya berkaitan dengan kapasitas jalan setelah kendaraan meninggalkan tol.
Akses keluar Pejompongan membawa kendaraan menuju jaringan jalan yang berhubungan dengan kawasan Pejompongan, Palmerah, Slipi, serta sejumlah ruas di sekitar kompleks DPR dan MPR.
Apabila jalan arteri di bagian bawah tidak dapat menerima kendaraan dalam jumlah normal, membuka pintu keluar tol justru berpotensi menciptakan antrean panjang pada jalur keluar.
Kendaraan dapat berhenti di ramp dan antreannya berpotensi menjalar menuju jalur utama tol.
Karena itu, pembatasan pada pintu keluar dapat digunakan untuk menjaga agar kendaraan tidak terkumpul pada satu titik yang belum siap menerima arus lalu lintas.
“Menurut penulis, pola buka tutup memang membuat perjalanan sulit diperkirakan, tetapi pengaturan situasional dibutuhkan ketika keadaan jalan arteri berubah lebih cepat daripada arus kendaraan di jalan tol.”
Penutupan Sudah Berlangsung Sejak Dini Hari
Gangguan perjalanan sebenarnya telah berlangsung sebelum matahari terbit.
Sekitar pukul 04.32 WIB, Jasa Marga memberlakukan rekayasa pengalihan lalu lintas bagi kendaraan yang hendak menuju Tol Dalam Kota.
Pengendara ketika itu diminta mempertimbangkan Jalan Tol Layang Ir Wiyoto Wiyono atau Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta sebagai jalur alternatif.
Pada sekitar pukul 05.02 WIB, sejumlah akses masuk arah Grogol masih ditutup.
Di antaranya adalah GT Cawang, GT Tebet, GT Kuningan, dan GT Senayan. Akses keluar Pejompongan KM 09+700 arah Grogol juga masuk dalam jalur yang mengalami penutupan.
Sementara untuk arah Cawang, pengaturan juga diterapkan pada beberapa gerbang seperti GT Angke 2, GT Jelambar 2, serta GT Pejompongan.
Pengemudi yang berangkat pada periode tersebut akhirnya harus memeriksa kondisi rute secara langsung karena jalur yang biasanya digunakan belum tentu dapat dilalui.
Jalan Tol Dalam Kota Punya Peran Besar pada Jam Sibuk
Pembukaan Pejompongan menjadi penting karena berlangsung berdekatan dengan jam perjalanan pagi.
Tol Dalam Kota merupakan salah satu jalur utama yang membawa kendaraan dari bagian timur Jakarta menuju pusat dan barat kota.
Arus dari Cawang dapat bergerak menuju Semanggi, Senayan, Slipi, Tomang, kemudian diteruskan menuju Pluit atau akses lain di Jakarta bagian barat.
Ketika beberapa gerbang ditutup secara bersamaan, kendaraan tidak hilang dari jaringan jalan. Sebagian berpindah menuju jalan arteri atau mencari jalan tol alternatif.
Perpindahan arus dalam jumlah besar dapat membuat kepadatan muncul di lokasi lain.
Pembukaan kembali akses pada pagi hari karena itu tidak hanya membantu pengguna Pejompongan, tetapi secara bertahap mengembalikan distribusi kendaraan menuju pola normal.
Slipi dan Kawasan DPR Juga Berangsur Normal
Tidak hanya Pejompongan, situasi lalu lintas di sekitar Slipi, Petamburan, Jalan Gatot Subroto, serta depan Gedung DPR RI dilaporkan mulai kembali normal pada Jumat pagi.
Pantauan kamera publik memperlihatkan kendaraan sudah dapat kembali melintas di sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami pembatasan.
Normalisasi jalan arteri mempunyai hubungan langsung dengan pembukaan akses tol.
Ketika kendaraan yang keluar dari tol sudah memiliki ruang untuk bergerak di jalan biasa, risiko antrean pada ramp menjadi lebih kecil.
Petugas kemudian dapat membuka kembali jalur secara bertahap setelah menilai keadaan memungkinkan.
Namun, pengemudi tetap perlu memperhatikan pembaruan informasi karena situasi lalu lintas di sekitar kegiatan massa dapat berubah.
Buka Tutup Dilakukan Secara Situasional
Istilah buka tutup situasional menjadi penting dalam memahami pengaturan Jumat pagi.
Artinya, akses tidak selalu ditutup selama beberapa jam berdasarkan waktu yang telah ditentukan sebelumnya.
Petugas dapat membuka jalur ketika kondisi memungkinkan dan kembali menutupnya apabila keadaan di jalan sekitar membutuhkan pembatasan.
Jasa Marga pada pukul 06.53 WIB secara khusus menyampaikan bahwa akses keluar Pejompongan KM 09+700 arah Grogol diberlakukan buka tutup situasional.
Sekitar satu jam kemudian, akses tersebut dapat kembali dibuka secara normal.
Bagi pengemudi, sistem semacam ini membuat informasi sebelum berangkat menjadi sangat penting.
Status jalan yang dilihat satu jam sebelumnya belum tentu sama ketika kendaraan mencapai kawasan Pejompongan.
Alternatif JORR Tetap Penting Saat Terjadi Penutupan
Ketika Tol Dalam Kota mengalami pembatasan, JORR menjadi salah satu jalur alternatif yang direkomendasikan.
Jalur tersebut dapat membantu pengendara menghindari pusat Jakarta, terutama bagi perjalanan yang tidak memiliki tujuan langsung di kawasan Senayan, Slipi, atau Semanggi.
Jasa Marga sejak dini hari mengarahkan pengguna jalan untuk mempertimbangkan Tol Layang Ir Wiyoto Wiyono atau JORR ketika akses menuju Tol Dalam Kota belum dapat digunakan.
Pemilihan jalur alternatif tentunya bergantung pada titik keberangkatan dan tujuan.
Pengendara dari timur Jakarta yang menuju bagian barat dapat mempertimbangkan jaringan tol yang memungkinkan perjalanan memutar tanpa harus melewati titik pembatasan.
Namun, perubahan rute sebaiknya dilakukan sebelum kendaraan mendekati gerbang yang ditutup.
Berpindah jalur pada saat terakhir justru dapat menambah antrean.
Pengguna Jalan Diminta Mengikuti Arahan Petugas
Jasa Marga sejak awal pengaturan meminta pengguna jalan menaati petunjuk petugas.
Imbauan tersebut penting karena kondisi pada aplikasi navigasi tidak selalu diperbarui secepat perubahan yang terjadi di lokasi.
Petugas yang berada di lapangan mempunyai informasi langsung mengenai akses mana yang dapat digunakan.
Rambu sementara, pembatas, kendaraan operasional, dan instruksi petugas perlu menjadi acuan ketika pengemudi menemukan perbedaan dengan rute yang ditampilkan aplikasi.
Pengemudi juga disarankan tidak berhenti di sekitar ramp untuk menunggu akses dibuka.
Tindakan tersebut dapat menghalangi kendaraan lain dan menciptakan antrean baru pada jalur utama.
Pembukaan Pejompongan Mengurangi Tekanan Jalan Arteri
Ketika akses tol ditutup, kendaraan yang seharusnya menggunakan jalur bebas hambatan dapat berpindah menuju jalan biasa.
Di Jakarta, perubahan kecil pada distribusi kendaraan dapat terasa cepat pada ruas dengan volume lalu lintas tinggi.
Jalan Gatot Subroto, Palmerah, Slipi, dan kawasan sekitarnya merupakan bagian dari jaringan yang sudah mempunyai aktivitas tinggi pada hari kerja.
Pembukaan kembali pintu keluar Pejompongan membantu mengembalikan pilihan rute bagi pengguna.
Kendaraan yang memang membutuhkan akses menuju Pejompongan tidak perlu mencari pintu keluar lebih jauh lalu kembali melalui jalan arteri.
Perjalanan seperti itu bukan hanya menambah waktu, tetapi juga menambah kendaraan pada ruas lokal.
Transjakarta Juga Sempat Menyesuaikan Layanan
Pembatasan jalan di sekitar Palmerah dan DPR tidak hanya berpengaruh terhadap kendaraan pribadi.
Sejumlah layanan Transjakarta juga sempat mengalami penghentian sementara dan pengalihan rute karena jalur yang digunakan tidak dapat dilalui seperti biasa.
Laporan Jumat pagi mencatat beberapa rute seperti 1W, SH2, 8N, 8C, dan 9E sempat dihentikan sementara, sementara beberapa layanan lain mengalami pengalihan.
Hal tersebut memperlihatkan luasnya pengaruh perubahan akses jalan di kawasan tersebut.
Ketika jalan kembali dapat digunakan, layanan angkutan umum juga membutuhkan waktu untuk kembali menuju pola perjalanan normal.
Posisi bus yang sudah terlanjur dialihkan tidak dapat langsung kembali ke titik awal dalam hitungan menit.
Jam Pembukaan Penting bagi Pekerja Pagi
Pembukaan akses Pejompongan pada pukul 08.08 WIB terjadi ketika sebagian besar pekerja sudah memasuki perjalanan menuju kantor.
Bagi orang yang berangkat lebih pagi, rekayasa sejak sekitar pukul 04.30 sampai 07.00 mungkin sudah memaksa perubahan rute.
Sementara pengguna yang baru memasuki Tol Dalam Kota setelah pukul 08.00 memperoleh situasi yang lebih baik karena akses keluar Pejompongan telah tersedia.
Perbedaan waktu beberapa puluh menit dapat menghasilkan pengalaman perjalanan yang sangat berbeda.
Inilah alasan pengemudi di Jakarta perlu memeriksa informasi lalu lintas sedekat mungkin dengan waktu keberangkatan ketika terdapat kegiatan besar atau gangguan jalan.
Informasi dari malam sebelumnya belum tentu lagi sesuai pada pagi hari.
Tidak Semua Gerbang Mengalami Kondisi yang Sama
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah perbedaan antara akses keluar Pejompongan dan akses masuk gerbang tol di sekitarnya.
Sebuah pemberitahuan bahwa Tol Dalam Kota telah dibuka bukan berarti seluruh pintu masuk dan keluar otomatis mempunyai status identik.
Pada Jumat pagi, misalnya, setelah jaringan tol sempat diumumkan normal pukul 06.01 WIB, GT Pejompongan dan GT Slipi 1 arah Grogol kembali ditutup pada pukul 06.53 WIB. Sementara akses keluar Pejompongan mengalami buka tutup situasional sebelum akhirnya dibuka pukul 08.08 WIB.
Pengemudi sebaiknya memperhatikan nama gerbang, arah perjalanan, dan posisi kilometer pada setiap pengumuman.
Kesalahan membaca arah dapat membuat seseorang mengira jalurnya ditutup padahal pembatasan berlaku untuk arah berlawanan.
Kondisi Normal Tetap Perlu Disikapi dengan Waspada
Keterangan lalu lintas normal menunjukkan kendaraan kembali bergerak tanpa pembatasan yang sebelumnya diberlakukan.
Namun, keadaan tersebut tidak berarti pengguna jalan dapat mengabaikan situasi sekitar.
Area Pejompongan, Slipi, Palmerah, dan kompleks DPR sebelumnya mengalami perubahan lalu lintas yang cukup cepat sejak Kamis malam.
Kendaraan operasional, petugas, pembatas sementara, atau sisa pengaturan mungkin masih ditemukan pada beberapa bagian jalan.
Pengendara perlu mengurangi kecepatan ketika mendekati lokasi tersebut dan tidak melakukan perpindahan lajur secara mendadak.
“Kembalinya akses normal merupakan kabar baik bagi perjalanan pagi, tetapi kelancaran tetap bergantung pada disiplin pengemudi mengikuti petunjuk dan tidak memaksakan jalur ketika petugas sedang melakukan pengaturan.”
Informasi Terakhir Menunjukkan Kendaraan Sudah Bisa Melintas
Pembaruan pada Jumat pagi menunjukkan akses keluar Pejompongan KM 09+700 arah Grogol telah dapat digunakan lagi.
Jasa Marga mencatat pembukaan pada pukul 08.08 WIB dengan kondisi lalu lintas normal. Kamera publik Jakarta juga memperlihatkan kendaraan dapat kembali melintasi akses tersebut.
Kawasan Slipi, Petamburan, depan DPR, serta Jalan Gatot Subroto pada periode yang sama juga dilaporkan berangsur kembali dapat dilalui kendaraan.
Pengguna yang hendak bergerak menuju kawasan tersebut tetap disarankan memeriksa pembaruan lalu lintas sebelum berangkat, terutama karena pengaturan pada Jumat pagi sebelumnya beberapa kali berubah mengikuti kondisi lapangan.
Pembukaan Pejompongan memberi pilihan perjalanan yang kembali lebih luas setelah sejak dini hari sejumlah pengemudi harus menggunakan jalan alternatif, Tol Layang Ir Wiyoto Wiyono, atau JORR. Dengan akses arah Grogol kembali tersedia, kendaraan dari Tol Dalam Kota tidak lagi harus melewati pintu keluar yang lebih jauh hanya untuk mencapai kawasan Pejompongan dan sekitarnya.






